Right Mindset & Illustrations

Mencintai itu..Sederhana..


sesederhana ketika aku duduk makan di sebuah bangku kayu panjang sebuah kedai street food, dan harus jatuh dengan makanan terhambur kemana-mana.

aku tidak bisa menyalahkan siapapun yang duduk di ujung lain bangku kayu panjang itu, bahkan saat dia harus berdiri dan menyebabkanku jatuh dan malu seketika.

mencintai itu sederhana..

sesederhana ketika aku sengaja ingin menari di dalam hujan. atau mempraktekkan “tangisan yang tak kelihatan” ketika menangis di dalamnya. itu hanya terjadi jika aku menangis tanpa suara, apa kamu juga ingin mencoba ?

lalu bak seorang aktor handal dengan background soundtrack lagu sedih atau melankolis di kepala yang memotifasi untuk melakukan itu semua, aku mulai meringis sendiri dan menari-nari seperti orang gila.

aku tidak bisa memilih bagian mana dari tubuhku yang akan basah atau tidak basah.

menari di dalam hujan adalah pilihanku. membasahi kepala, dada, atau celana dalamku, adalah pilihan hujan.

aku hanya akan selalu terengah kaget saat hujan berhasil menjamahnya.

mencintai itu sederhana..

sesederhana menunggui instant cup noodle yang aku seduh bersamaan dengan secangkir hot coffeelatte.

alih-alih menunggu keduanya untuk “siap” aku santap, sesekali ku buka tutup cup noodle itu, mengaduk-aduknya, melihat kepulan asap yang menghembus uap ke kacamata, lalu bergumam “oh belum siap”. menutupnya lagi, dan berpindah mengetuk-ketukan jari pada cangkir kopi yang panas di sebelahnya : masih panas juga.

menikmatinya-cup noodle- ketika sudah siap, atau setengah matang, kopi susu ketika hangat atau selagi panas adalah pilihanku.

tapi membuatku sebah & eneg atau merasa lebih baik setelah menikmati keduanya, adalah pilihan mereka-kopi dan cup noodle itu maksudku.

bagi sebagian orang, mengawinkan cup noodle dengan kopi susu di pagi hari bisa menjadi pilihan yang buruk.

namun bagi sebagian lagi, mengawinkan keduanya di dalam perut mereka-cup noodle dan kopi susu itu lagi, maksudku, mereka akan menghasilkan anak yang lucu.

mencintai itu sungguh sederhana..

sesederhana berjalan ditepian pantai dan bertelanjang kaki.

menikmati setiap gelitik pasir yang menempel dan memberi rasa hangat, basah, dan gatal sesekali.

menikmati bising ombak..

atau saling berbisik pada angin yang terpanggang matahari.

menikmati semua itu sendirian atau bersama orang yang aku kasihi adalah pilihanku.

aku tidak bisa memiliki pantai, pasir, ombak dan sinar matahari itu sendiri.

pada penikmat pantai yang lain, aku harus berbagi.

aku tidak bisa menyalahkan pedagang asongan yang mengusik kekhusyukanku menikmati alam..

aku bahkan tidak bisa menyalahkan waktu atau senja yang harus bertukar dengan bulan yang akan mengantarku kembali pulang mendekap malam.

Westcoast, 24 April 2017

_on this big tree_

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s